welcome

Minggu, 10 April 2011

SOFTSKIIL


KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan judul “keuntungan sistem frechising dibandingkan usaha individu
Adapun penulisan makalah ini dimaksudkan guna memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan semester ini pada mata kuliah Pengantar Bisnis.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan Makalah ini, karena berbagai keterbatasan penulis. Namun dengan tekad, semangat serta doa dan dukungan dari berbagai pihak, maka makalah ini dapat diselesaikan.
Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati yang tulus dan ikhlas penulis ingin menyampaikan terima kasih yang kepada :
1. Ibu Wuri P selaku dosen Pengantar Bisnis.
Semoga penulisan makalah ini menjadi bermanfaat bagi penulis khususnya, dan umumnya bagi Fakultas akutansi Universitas gunadarma dapat menjadi sumbang pemikiran ilmiah bagi dunia pendidikan.

Depok,    November 2010


Penulis














DAFTAR ISI

KATA PENGANTA................................................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................................................ i


1.2                Latar belakang 
1.3                Rumusan masalah
1.4                Tujuan penulisan
1.5                Landasan teori
1.5.1           Pengertian Frenchising
1.5.2           Sejarah waralaba
1.5.3           Keuntungan frenchising

BAB II                    PEMBAHASAN

2.1                Perkembangan Frenchising dibandingkan usaha individu
2.2                Perkembangan Frenchising di indonesia
2.3                Contoh frenchising yang maju di indonesia

BAB III                   PENUTUP
3.1                kesimpulan
3.2                saran

DAFTAR PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN

1.2                LATAR BELAKANG

Fnchise adalah kerjasama menejemen untuk menjalankan perusahaan. Inti dari prenchise adalah memberi hak monopoli untuk menjalankan usaha dari perusahaan induk. Perusahaan yang memberikan lisensi disebut franchisor.

1.3                RUMUSAN MASALAH

Apa keuntungan frenchising dibandingkan dengan usaha individu? Bagaimana perkembangan prichise di Indonesia ? apa saja contoh princhise yang maju di Indonesia ?

1.4                TUJUAN PENULISAN
Guna memenuhi salah satu tugas dan memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan semester ini pada mata kuliah Pengantar Bisnis.
1.5                LANDASAN TEORI
1.5.1           pengertian frenchising
Frenchising adalah kerjasama menejemen untuk menjalankan perusahaan. Inti dari prenchise adalah memberi hak monopoli untuk menjalankan usaha dari perusahaan induk. Perusahaan yang memberikan lisensi disebut franchisor.

1.5.2           sejarah waralaba
pada tahun 1980an waralaba pertama kali diperkenalkan oleh isaac singer. Dialah yang memperkenalkan pertama kali format bisnis ini di AS. Waralaba saat ini lebih di dominasi oleh rumah makan siap saji, pada tahu 1993. howord deering johnson bekerjasama dengan reginald sprague untuk monopoli usaha restaurant modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba.

1.5.3           kuntungan frinchising
Banyak cara untuk melalui bisnis salah satu yang kini dengan cara membeli frinchise, frinchise di Indonesia memang banyak yang tumbuh secara mengesankan.
kelebihan yang dapat dirasakan jika kita memilh bisnis frenchise dibandingkan dengan usaha sendiri :
  1. Keuntungan sudah terbukti
  2. efektifitas sistemnya juga sudah terbukti
  3. bergabung dengan jaringan bisnis yang besar
  4. pengenalan merk yang tinggi
  5. dukungan operasional







BAB II
PEMBAHASAN

2.1          PERKEMBANGAN FRENCHISING DIBANDINGKAN USAHA INDIVIDU


                Perkembangan usaha dengan menggunakan sistem frenchise lebih potensial di bandingkan dengan usaha individu, usaha dengan sistem frenchise memiliki gagasan murni, bebas beroperasi, lebih fleksibel dan bebas pengaturan, dan yang paling penting ialah kemungkinan suksesnya lebih besar dari pada usaha dengan sistem individu karena lokasi yang disediakan sudah cocok, sudah siap operasi, mendapat pengalaman dari logo, nama, metode teknik produksi, pelatihan, teknik ,dan bantuan modal, jadi jika usaha dengan sistem frenchise lebih memiliki potensi sukses yang lebih besar.


2.2          PERKEMBANGAN FRENCHISING DI INDONESIA


                Minat perguruan tinggi untuk membuat mata ajaran waralaba makin bertambah , semakin maraknya pertumbuhan usaha dengan sistem frenchise di dalam negeri. Kebijakan perguruan tinggi tersebut sejalan dengan perkembangan usaha terkini mengingat saat ini sudah banyak usaha perhotelan, terutama restaurant yang berbisnis dengan sistem frenchise. Dari sinilah sudah dapat diketahui seberapa besar perkembangan usaha dengan sistem frenchise di indonesia.

2.4                CONTOH FRENCHISING YANG MAJU DI INDONESIA

Contoh perusahaan yang berkembang karna frenchise di indonesia adalah p-erusaan di bidang mini market dan di bidang restaurant, begitu banyaknya warga indonesia yang lebih memilih makan makanan yang praktis dan instan membuat persaingan pada swlayan dan mini market sangatlah ketat dengan kata lain jika kita usaha dengan cara sistem individu akan sulit berkembang dan mungkin bisa jadi akan bangkrut, Contoh Franchise di Indonesia .

Franchising Lokal
Fast food : Ayam goreng Ny Tanzil, California Fried Chicken, Beef Bowl, Isabento.
Restauran /café/bar: Ayam goreng Mbok Berek, Ayam goreng Ny. Suharti, Es teler 77, Delly Joy, King Friend Chicken & Steak, Laura Arfura, Mie Tek Tek.
Pizza/es krim/donut/cakes: Holland Bakery, Croisant de France, Nilla Chandra cakes.

Franchising Asing.
Fast Food: KFC, Texas Fried Chicken, Mc. Donald, A & W, Wendyis, H
Restauran/café/bar: Red Lobster, Panderosa, Sizzler, Hong Bin Lao, Black Angus, Fashion Café, Hard Rock
Pizza/es krim/Youghurt/donut: Pizza Hut, Round table pizza, Jolli Bee, Baskin, Robins, Dunkin Donuts, Swensens, Yogen Fruzz
Soft drink : Green spot, Coca Cola, Pepsi Cola,Gatorade

BAB III
PENUTUP

3.1          KESIMPULAN
 Banyak cara untuk melalui bisnis salah satu yang kini dengan cara membeli frinchise, frinchise di Indonesia memang banyak yang tumbuh secara mengesankan dibandingkan dengan usaha individu.

3.3                SARAN
Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan usaha salah satunya adalah frenchise, sistem frenchise lebih potensial di bandingkan dengan usaha individu, dengan kata lain kesempatan kita lebih mengembangkan usaha kita adalah dengan cara system franchising.




DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba
http://www.bisnisdiary.com/5-keuntungan-membeli-franchise-yang-bakal-anda-nikmati.html
http://www.franchisewaralaba.com/?s=perkembangan+franchise+di+indonesia
http://www.docstoc.com/docs/23838564/FRANCHISING-%28KERJASAMA-MANAJEMENWARALABA%29
http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/bisnis-franchise-waralaba.html


MANAJEMEN


     NAMA       ;  Mustafa sangadji
     NPM          ;  24210871
     KELAS      ;  1eb11
    TUGAS       ;  manajemen 





                 PT.COCA-COLA BOTTLING INDONESIA


1.      Apa itu coca-cola bottling indonesia

Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company.

Perusahaan kami memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan.
Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.
Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia.
Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat.
Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu.
Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia.
Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.

2.      Analisis SWOT

v  Kekuatan (Strength)
·         Riset and Development yang intensif
·         Pertumbuhan Penjualan
·         Brand Image
·         Loyalitas Konsumen
·         Keadaan Distribusi dan Pangsa Pasar
·         Harga Produk yang kompetitif dan SDM yang besar dan terlatih
·         Sebagai inovator dalam industri soft drink
·         Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik
·         Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat sedunia
·         Coca Cola memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan atraktif

v  Kelemahan (Weakness)
·         Ketersediaan bahan baku
·         biaya produksi yang tinggi
·         Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar
·         Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain
·         Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan yang ada
v  Peluang (Opportunity)
·         1 Segmen Pasar
·         Pertumbuhan Pasar
·         Respon Terhadap Promosi
·         Kestabilan Struktur Harga dan Perkembangan Produk
·         Meningkatkan gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink
·         Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya jaringan
·         Kerjasama dengan berbagai pihak
·         Pengembangan produk baru jenis makanan
·         Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat
·         Semakin meningkatnya pendapatan penjualan PT Coca – Cola

v  Ancaman (Threat)
·         Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi
·         Di beberapa negara seperti India melarang penjualan coca-cola
·         Inovasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola
·         Tingginya harga bahan mentah
·         Kesulitan mengatur seluruh anak perusahaan sedunia
·         Persaingan produk teh
·         Kebijakan pemerintah
·         Perubahan selera konsumen
·         Masuknya pesaing baru
·          Perang harga dan fluktuasi nilai tukar asing



3.      Analisa

Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri, Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, serta potensi kekayaan alam Indonesia, Coca-Cola berinovasi dengan menciptakan produk-produk baru yang menjadikan produk minuman cepat saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang beragam.
Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.
Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola juga mencoba mengembangkan desain kemasan minuman, & meningkatkan kualitas, serta strategi pemasaran.
Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran; perlengkapan penjualan baru juga dikembangkan ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia menciptakan jenis krat baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan yang ramah lingkungan.
Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi yang baik antara Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company, pengembangan varian minuman cepat saji dengan rasa baru, serta keinginan untuk menjadikan Coca-Cola Indonesia sebagai perusahaan minuman cepat saji yang lengkap.
























4.      Gambar



 


S                                W





 

                                              O                                      T